Jumat, 13 Juli 2012

TEORI SKINNER


 
 APLIKASI DAN IMPLIKASI TEORI SKINNER


I.                Latar Belakang
Telah kita ketahui bersama bahwa pembelajaran akan menciptakan keberagaman tingkah laku ataupun perubahan perilaku. Keberagaman tingkah laku tersebut dapat dimunculkan dari beberapa faktor yaitu: (1) guru dalam menyampaikan materi, (2) siswa dan (3) situasi kelas. Mengajar merupakan suatu peristiwa yang cukup kompleks, karena dalam proses mengajar mengandung beberapa unsur ataupun materi yang banyak.
Untuk itu beberapa para ahli telah meneliti tentang pembelajaran yang tepat, yang dapat diterapkan untuk menciptakan siswa belajar dengan baik. Demikian juga yang dilakukan oleh Skinner dan beberapa ahli psikolog lainnya. Skinner berminat dengan aplikasi prinsip pembelajaran dalam situasi praktis yang kompleks. Sebagian aplikasi ini tergolong pada level prinsip-prinsip filosofi dan sebagian lagi berupa spekulasi mengenai segi-segi apa yang bisa dijalankan. Aplikasi Skinner ini secara keseluruhan disebut dengan analisis perilaku terapan (applied behavior analysis). Aplikasi ini telah teruji dan terbukti valid di luar laboratorium dan memberi efek praktis dalam psikoterapi dan dunia persekolahan.
Dalam bab ini kita akan memahami bagaimana teori Skinner dalam modifikasi perilaku, bagaimana teori Skinner dalam pendidikan, apa saja aplikasi teori Skinner lainnya dan bagaimana hubungan teori Skinner dengan psikolog yang lain.

II.              Prinsip – Prinsip Dasar
1.     Aplikasi secara keseluruhan yang dilakukan oleh Skinner disebut dengan analisis perilaku terapan (applied behavior analysis).
2.     Pendekatan Skinner bersifat langsung ke sasaran. Pada pendekatan ini kita bisa mengubah rancangan penguatan (contingencies of reinforcement), hubungan spesifik yang sesuai pada perilaku tertentu atau yang lainnya.
3.     Pendekatan Skinner pada dasarnya serupa dengan Guthrie namun ditambah dengan elemen penguatan, pendekatan Skinner ini dijadikan sebagai landasan teknik modifikasi perilaku (behavior modification) dalam psikoterapi.
4.     Modifikasi perilaku (behavior modification) biasa disingkat dengan behavior mod atau B-mod. Pada behavior mod Skinner tidak mengharapkan perubahan perilaku akan berlangsung seterusnya kecuali perubahan pada rancangan penguatan juga terus berlangsung.
5.     Behavior mod mendapat kritik dari dua arah yang berbeda. Pada satu sisi behavior mod hanya menghasilkan perubahan sementara dan tidak alamiah. Pada sisi lain behavior mod dipandang bukan terlalu lemah dan remeh, melainkan terlalu kuat dan merugikan.
6.     Modifikasi perilaku juga berlaku sebagai suatu teknik pendidikan di samping sebagai teknik psikoterapis.
7.     Skinner bukan orang pertama yang mengajukan gagasan pendekatan dalam pengajaran, tujuannya adalah memberlakukan pembelajaran ruang kelas seperti situasi lain dimana perilaku tertentu - dalam hal ini biasanya perilaku verbal - hendak dibentuk.
8.     Skinner membuat mesin pengajaran, komponen dasar mesin ini adalah program yang meliputi serangkaian item pengajaran dan test yang secara bertahap menuntun murid untuk menghadapi materi yang hendak dipelajari.
9.     Pilihan Skinner melalui mesin kemungkinan dipengaruhi sebagian dari dua faktor: (1) efek inovatif yang ada pada mesin, sehingga penggunaanya akan lebih menguatkan bagi siswa, dan (2) kegemaran pribadi Skinner terhadap prosedur-prosedur mekanis.
10.  Skinner cenderung pada program linear (linear programs), dimana setiap siswa akan melalui langkah-langkah yang seragam dan cukup mudah untuk dijalani sehingga jarang ada kesalahan, semakin banyak computer yang menggunakan program bercabang (branching programs), dimana jawaban yang diberikan siswa akan menentukan materi selanjutnya yang akan ia hadapi.
11.  Aplikasi Skinner yang lain yaitu analisis bahasa (verbal behavior) mengalisis bahasa sebagai sebuah sistem operan. Sebagian penuturan seperti permohonan diperkuat ketika dipenuhi oleh orang lain, penuturan ini disebut sebagai mand (semacam permintaan), sedangkan penuturan yang diperkuat dengan cara yang lebih halus melalui isyarat pemahaman disebut tact (unggah-ungguh).
12.  Aplikasi Skinner yang selanjutnya adalah aplikasi prinsip Skinner pada perilaku-perilaku social yang kompleks.
13.  Skinner juga merancang komunitas impian bernama Walden Two (sebagai penghormatannya atas pujangga Thoreau), dimana prinsip-prinsip pembelajaran digunakan untuk membentuk suatu organisasi social yang ideal (Skinner 1948).
14.  Skinner berbeda dengan Watson dan Guthrie karena memberikan penekanan yang kuat pada penguatan, tetapi ia serupa dengan keduanya dalam hal titik tekan praktisnya.
15.  Watson dan Skinner sama-sama memiliki semangat perbaikan mengenai seperti apa seharusnya psikologi dan sumbangan apa yang harus diberikannya pada manusia.
16.  Dalam hal penguatan, Skinner lebih dekat ke Hull dibandingkan dengan Watson dan Guthrie. Lebih dari itu pandangan Skinner mengenai pengaruh social dan gangguan perilaku agak mirip dengan penjelasan Dollar dan Miller.
17.  Hull seorang teoretisi par excellence, sedangkan Skinner justru mencela pembentukan teori.
18.  Ada dua aspek teorisasi Hull: (1) postulasi variable perantara, dan (2) dedukasi teorema dari postulat-postulat.
19.  Skinner dipandang sebagai eksponen terkemuka dalam kalangan tradisi koneksionis. Dan setelah beberapa ahli psikolog tiada, tinggal Skinner yang berdiri sebagai juru bicara bagi berbagai pendekatan psikologi yang memiliki kesamaan umum.


III.            SUBSTANSI DALAM TEORI BELAJAR
Modifikasi Perilaku
Pendekatan Skinner untuk menangani semua yang bersifat langsung ke sasaran. Bukan berfokus pada masa kanak-kanak sebelumnya, psikodinamika yang tengah berlangsung, atau abnormalitas organik yang mungkin ada. Menurut Skinner kita dapat mengubah rancangan penguatan (contingencies of reinforcement), hubungan spesifik yang sesuai pada perilaku tertentu atau yang lainnya. Pendekatan Skinner pada dasarnya serupa dengan Guthrie namun ditambah dengan elemen penguatan, pendekatan Skinner ini dijadikan sebagai landasan teknik modifikasi perilaku (behavior modification) dalam psikoterapi. Pendekatan modifikasi perilaku bias diilustrasikan denga sebuah kasus diman dua anak sekolah taman kanak-kanak disembuhkan dari kebiasaan menangis yang berlebihan (Hari dkk. 1964). Pendekatan Skinnerian, memulai dengan mendiferensiasikan perilaku anak sebagai responden dan operan. Perhatian dari para guru memperkuat tangisan operan mulai dihilangkan dan mulai mengkombinasikan antara penghapusan (extinction) dan pelatihan ulang (retraining).
Modifikasi perilaku (behavior modification) biasa disingkat dengan behavior mod atau B-mod. Pada behavior mod Skinner tidak mengharapkan perubahan perilaku akan berlangsung seterusnya kecuali perubahan pada rancangan penguatan juga terus berlangsung. Behavior mod mendapat kritik dari dua arah yang berbeda. Pada satu sisi behavior mod hanya menghasilkan perubahan sementara dan tidak alamiah. Sedangkan para pemodifikasi perilaku berharap menghasilkan perubahan yang berlangsung lebih lama, namun demikian mereka berharap hanya ketika mereka bisa melakukan perubahan yang lebih langgeng pada rancangan penguatannya.  Pada sisi lain behavior mod dipandang bukan terlalu lemah dan remeh, melainkan terlalu kuat dan merugikan. Para pengkritik khawatir bahwa seseorang yang terpapar pada rancangan penguatan terprogram akan kehilangan kebebasan dan berada dibawah control orang yang mengendalikan penguat-penguat itu.


Pendidikan
Modifikasi perilaku juga berlaku sebagai suatu teknik pendidikan di samping sebagai teknik psikoterapis. Salah satu aplikasi Skinner menghasilkan efek praktis yang menonjol di bidang pendidikan. Aplikasi ini berupa kajian atas pembelajaran terprogram (programmed learning), yang pertama kali dipopulerkan melalui penggunaan mesin-mesin pengajaran. Tujuannya adalah memberlakukan pembelajaran ruang kelas seperti situasi lain dimana perilaku tertentu-dalam hal ini biasanya perilaku verbal-hendak dibentuk.
Komponen dasar mesin ini adalah program, yang meliputi serangkaian item pengajaran dan test yang secara bertahap menuntun murid untuk menghadapi materi yang hendak dipelajari. Penyajian melalui mesin ini kemungkinan dipengaruhi sebagian oleh dua factor: (1) efek inovatif yang ada pada mesin, sehingga penggunaanya akan lebih menguatkan bagi siswa, dan (2) kegemaran pribadi Skinner terhadap prosedur-prosedur mekanis. Skinner cenderung pada program linear (linear programs). Memang teknologi pengajaran terprogram dewasa ini telah jauh melampaui apa yang disumbangkan oleh Skinner sebelumnya, namun semua ini memperlihatkan bukti yang mengesankan bahwa aplikasi Skinner tidak terbatas pada trik-trik pelatihan hewan atau spekulasi mengenai pengaturan masyarakat saja.

Aplikasi Lainnya
           Setelah behaviour mod dan pengajaran terprogram, Skinner juga menyampaikan sejumlah aplikasi logis lainnya yang sebagian besar masih ada dalm level perbincangan.
1.     Analisis bahasa. Dalam verbal behavior, Skinner (1957b) menganalisis bahasa sebagai sebuah system operan. Penuturan terbagi menjadi dua:
·     Mand (semacam permintaan)
·     Tact (unggah-ungguh)
2.     Aplikasi prinsip-prinsip Skinnerian pada perilaku-perilaku social yang kompleks. Interaksi social merupakan situasi dimana dua orang atau lebih memberikan stimuli dan penguat secara timbal balik, dan barangkali juga tidak bisa saling menguatkan dengan cara-cara yang diperlukan.
3.     Walden Two (sebagai penghormatan atas pujangga Thoreau,yang karenanya merasa terhormat atau tidak), adalah suatu komunitas impian dimana prinsip-prinsip pembelajaran digunakan untuk membentuk suatu organisasi yang ideal (Sinner 1948). Novel Skinner Walden Two menggambarkan apa yang ia yakini bisa menjadi suatu komunitas yang diinginkan, dimana prinsip-prinsip rekayasa perilaku digunakan untuk menciptakan suatu lingkungan yang membahagiakan bagi semua warganya. Yang pernah berhasil menggunakan teori ini adalah Twin Oaks.

Hubungan Skinner dengan Psikolog lainnya
            Skinner memiliki kemiripan dengan Thorndike. Meskipun ia berbeda dengan Watson dan Guthrie karena memberikan penekanan yang kuat pada penguatan, ia serupa dengan keduanya dalam hal titik tekan praktisnya. Ketika menganalisi sebuah respon, pertanyaan pertama Guthrie adalah “Stimuli apa yang dimunculkannya?” sementara pertanyaan Skinner adalah “Penguat apa yang membuatnya terus berlangsung?” akan tetapi keduanya sama-sama berfokus pada detail situasi yang spesifik dan bisa dimanipulasi. Guthrie meneruskannya dengan menghubungkan situasi-situasi spesifik itu dengan statemen umum mengenai apa itu pembelajaran, sementara Skinner meneruskannya dengan melakukan eksperimen atas situasi yang ia analisis.
            Antara Watson dan Skinner sama-sama memiliki semangat perbaikan mengenai seperti apa seharusnya psikologi dan sumbangan apa yang harus diberikannya pada umat manusia. Kedua teoritisi tampil sebagai nabi, berusaha membersihkan psikologi ari kekeliruan-kekeliruan yang ada dan memproklamirkan keagungan psikologi seperti seharusnya. Keduanya memiliki visi mengenai bagaimana jadinya manusia jika dituntun oleh aplikasi yang tepat dari prinsip-prinsip pembelajaran.
            Dalam hal penguatan. Skinner lebih dekat ke Hull dibandingkan dengan Watson atau Guthrie. Lebih dari itu pandangan Skinner mengenai pengaruh social dan gangguan perilaku agak mirip dengan penjelasan Dollar dan Miller. Sekalipun demikian perbedaan skinner dari Hull juga terhitung tajam, karena Hull adlah seoran teoritisi Par excellence, sementara Skinner justru mencela pembentukan teori.
             Telah kita bahas ternyata perbedaan Skinner dengan para teoritis lainnnya tidak terlalu tajam, tetapi mengapa di antara mereka terjadi perpecahan? Salah satu penyebabnya adalah keberatan para psikolog atas metode penelitian Skinner. Keberatan pokok atas metode penelitian Skinner adalah bahwa eksperimennya biasanya dilaksanakan hanya pada satu atau beberapa subjek saja. Skinner yakin bahwa dengan mengamati perilaku indiidu tunggal kita bisa menemukan keabsahan hukum-hukum perilaku. Sedangkan banyak psikolog yang berpandangan sebaliknya, bahwa hukum umum yang stabil bisa didapatkan hanya dengan mengamati rata-rata perilaku banyak individu. Ketika psikologi pembelajaran mulai bergeser ke arah jalur penelitian dan teori yang lebih kompleks, Skinner tampil sebagai jurubicara yang paling menonjol bagi gagasan-gagasan tradisonal yang sederhana, yang sama-sama dianut oleh Thorndike, Watson, Guthrie, Hull dan Skinner sendiri.
            Dalam perannya sebagai jurubicara bagi salah satu perspektif mengenai perilaku manusia, Skinner kembali mendapat banyak dukungan antusias dan juga kritik penuh kemarahan. Skinner kembali berkarya dengan judul Beyond Freedom and Dignity, untuk menjawab para pengkritiknya yang mengklaim bahwa sistemnya telah mencerabut manusia dari kebebasan dan martabat, ia beragumen bahwa kebebasan dan martabat hanyalah istilah yang kita gunakan untuk menamakan perilaku ketika kita tidak bisa mendeteksi penguat-penguat yang mengontrolnya. Skinner justru dipandang sebgai eksponen terkemuka dalam kalangan tradisi koneksionis. Setelah Watson, Guthrie, Thorndike. Hull dan Spece sudah tiada, tinggal Skinner yang berdiri sebagai jurubicara bagi berbagai pendekatan psikologi yang memiliki kesamaan umum tersebut.





IV.            KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat kita tarik kesimpulan mengenai teori Skinner sebagai berikut:
1.     Aplikasi secara keseluruhan yang dilakukan oleh Skinner disebut dengan analisis perilaku terapan (applied behavior analysis).
2.     Pendekatan Skinner ini dijadikan sebagai landasan teknik modifikasi perilaku (behavior modification) dalam psikoterapi.
3.     Modifikasi perilaku juga berlaku sebagai suatu teknik pendidikan di samping sebagai teknik psikoterapis.
4.     Skinner membuat mesin pengajaran, komponen dasar mesin ini adalah program yang meliputi serangkaian item pengajaran dan test yang secara bertahap menuntun murid untuk menghadapi materi yang hendak dipelajari.
5.     Pilihan Skinner melalui mesin kemungkinan dipengaruhi sebagian dari dua faktor: (1) efek inovatif yang ada pada mesin, sehingga penggunaanya akan lebih menguatkan bagi siswa, dan (2) kegemaran pribadi Skinner terhadap prosedur-prosedur mekanis.
6.     Skinner juga menyampaikan sejumlah aplikasi logis lainnya yang sebagian besar masih ada dalam level perbincangan, yaitu: (1) Analisis bahasa ( verbal behavior). (2) Aplikasi prinsip-prinsip Skinnerian pada perilaku-perilaku social yang kompleks. (3) Walden Two (sebagai penghormatan atas pujangga Thoreau,yang karenanya merasa terhormat atau tidak).
7.     Skinner memiliki kemiripan dengan Thorndike. Meskipun ia berbeda dengan Watson dan Guthrie karena memberikan penekanan yang kuat pada penguatan, ia serupa dengan keduanya dalam hal titik tekan praktisnya.
8.     Antara Watson dan Skinner sama-sama memiliki semangat perbaikan mengenai seperti apa seharusnya psikologi dan sumbangan apa yang harus diberikannya pada umat manusia.
9.     Dalam hal penguatan, Skinner lebih dekat ke Hull dibandingkan dengan Watson atau Guthrie.
10.  Keberatan pokok atas metode penelitian Skinner adalah bahwa eksperimennya biasanya dilaksanakan hanya pada satu atau beberapa subjek saja. Skinner yakin bahwa dengan mengamati perilaku indiidu tunggal kita bisa menemukan keabsahan hukum-hukum perilaku.
11.  Skinner kembali berkarya dengan judul Beyond Freedom and Dignity, untuk menjawab para pengkritiknya yang mengklaim bahwa sistemnya telah mencerabut manusia dari kebebasan dan martabat, ia beragumen bahwa kebebasan dan martabat hanyalah istilah yang kita gunakan untuk menamakan perilaku ketika kita tidak bisa mendeteksi penguat-penguat yang mengontrolnya.
12.  Skinner justru dipandang sebgai eksponen terkemuka dalam kalangan tradisi koneksionis. Setelah Watson, Guthrie, Thorndike. Hull dan Spece sudah tiada, tinggal Skinner yang berdiri sebagai jurubicara bagi berbagai pendekatan psikologi yang memiliki kesamaan umum tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar